Pekerjaan proyek Talut Di Kerjakan Secara Asal-Asalan, Bahkan Terkesan Asal Jadi

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WH Madiun : Dalam pelaksanaan pembangunan kontruksi di Indonesia, Ditemui banyak kegagalan kontruksi (failure constructions ) dengan penyebabnya salah satunya akibat pelaksanaan kontruksi yang tidak sesuai standar kualitas yang di tetapkan. Tidak sesuainya mutu hasil pekerjaan yang mana secara umum tidak mengikuti arahan mutu sebagaimana diatur dalam dokumen spesifikasi teknis masing-masing pekerjaan.

Dititik pekerjaan di Desa Sidorejo-Pucang Anom Kecamatan Kebonsari Kabupaten Madiun, pekerjaan talut aliran Sungai Dawung yang di kerjakan oleh CV CITRA SEJAHTERA Proyek yang berasal dari BALAI PENGAIRAN PROPINSI yang ada di MADIUN terlihat Amburadul.

Dalam hal ini diduga kuat dalam pelaksanaan pekerjaannya tidak sesuai dengan perencanaan yang ada dalam kontrak dan system yang mengatur tentang pelaksanaan pekerjaan serta pengawasan proyek tersebut diduga kuat juga tidak mempunyai uji kompetensi yang layak, sehingga dalam pelaksanaan pekerjaan tersebut terlihat jelas di lapangan seperti di kerjakan Asal jadi, Hal tersebut terbukti jelas di lapangan seperti bahan-bahan material pasir dan campuran bervariatif, Batu yang sudah rekondusi atau bekas congkelan di pakai, Terkait galian pondasi atau koperan tanpa ada penyedotan air terlebih dahulu dan batu langsung di tata,di tumpuk ,yang lebih parah lagi waktu pemasangan Adukan Campuran semen dan pasir (luluh) di campur dengan tanah.

Pekerjaan talut tersebut di perkiraan tidak bertahan lama pekerjaan akan ambrol karena kurang nya mutu dan kwalitas pekerjaan yang diduga tidak sesuai RAB dan menyalai BESTEK Pekerjaan Talut disinyalir kurangnya pengawasan oleh istansi terkait, sampai berita ini ditayangkan pihak terkait belum dapat di konfirmasi baik PPK Kegiatan maupun PPTK Kegiatan, saat team ke Kantor Balai pengairan propinsi di temui penjaga piket pak kusno mengatakan ” Kepala pak Edy ke malang dan pak Sigit selaku PPK nya juga ke malang” menurut penjaga piket.

Padahal kita sudah lima kali datang ke kantor tersebut tidak bisa menemui dengan berbagai alasan. Bapak ke Malang, Bapak ke Surabaya, Bapak Rapat. Menanggapi hal tersebut di tempat terpisah salah satu warga masyarakat Desa Sidorejo dan yang sebagaian faham tentang tehnik dan tergabung dalam lembaga kontrol sosial Kabupaten Madiun mengharap agar Dinas yang terkait dengan pekerjaan tersebut segera bertindak tegas sebelum hal ini mencuat kepermukaan publik dan menjadi polemik yang mengakibatkan timbulnya hal-hal yang tidak di inginkan bersama-sama, karena yang jelas anggaran yang digunakan tersebut dari APBN 2018, Uang Rakyat Dari Rakyat, Dan Untuk Rakyat. (Yl)