PADI LOKAL MSP 7 MENGAWALI MUSIM PANEN SAAT INI, DI KABUPATEN BANGKALAN

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WH Bangkalan : Masyarakat Petani Kabupaten Bangkalan sangat bangga adanya padi MSP (Mari Sejahterakan Petani) Dengan adanya beberapa jenis padi MSP semua masyarakat berminat karena ada beberapa kelebihan dan manfaat yang tidak bisa di bandingkan dengan benih jenis varietas padi inbrida yang lain. Moh. Dahri menjelaskan kepada wartawan, benih padi ini saya cocok bagi orang yang lapar, atau petani masyarakat Bangkalan karena padi MSP ini umur tanamnya sangat cepat sekali dari nguret sampai umur panen butuh waktu 85-90 hari/Hst, makanya di sukai masyarakat tani atau di cari benih tersebut, selain itu benih ini bisa di tanam terus-menerus karena ini benih lokal, dan cara tanamnya sebenarnya sama seperti sistem tanam SRI satu lubang satu benih/satu bibit, karena banyak sekali anaknya kalau yang merawat maksimal, produksi paling juga tidak kalah dengan benih hibrida yang tiap musim tanam sama masyarakat di di beli Niat baik pemuda tani di Kabupaten Bangkalan ini untuk membantu masyarakat tani agar tidak terlalu tinggi biaya di dalam budaya padi, maka pemuda tani terus menjaga padi lokal Sertani /MSP (mari Sejahterakan petani) tuturnya.

Melanjuti pada persiapan panen padi lokal MSP 7 di desa Langkap kecamatan Burneh Kegiatan di laksanakan pada hari Rabu,14 Februari 2018 sampai selesai bertempatan di desa Langkap Kec Tragah Kabupaten Bangkalan. Moh Dahri selaku kader PMMD kec tragah Kab bangkalan, mengekuti panen padi lokal MSP 7 tersebut, sebagian mitra dari BPP Kec Tragah Kabupaten Bangkalan sebagai Pemuda petani Bangkalan ,tuturnya.

Amniya selaku pertama kali yang membawa Energi positif ke Kabupaten Bangkalan terkait padi MSP, mengharap masyarakat Kabupaten Bangkalan khususnya madura, seperti Kabupaten, Sumenep, Pamekasan, Sampang dan Bangkalan untuk menggunakan padi tersebut, dan menghormati petani, dan membahagiakan petani, Amniya selaku pemuda tani Bangkalan mempunyai benih padi lokal yang sangat unggul yang bermacam-macam jenis, yang di kasih lebel MSP (mari sejehterakan petani), mulai dari MSP 7, 9, 13, 14, 13c, dan beras merah. Fungsi benih tersebut bisa di taman sampai beberapa kali, dan mengharap pemuda tani Kabupaten Bangkalan di dukung pemerintah terkait, tuturnya.

kata Amniya benar sekali apa yang di katakan dahri, meskipun saya meninggal benih ini tetap bisa di tanam kembali, tidak seperti benih hibrida dan lain-lain, hanya bisa di tanam 1-3 kali, dan masyarakat Bangkalan, menggunakan benih tersebut, biar tidak membeli tiap 1 thn tuturnya. Atik selaku pemuda tani yang memiliki kelompok tani yang memiliki luas lahan kelompok nya lumayan luas, kurang lebih 10hektar.

Semua tanaman padi di sebagian sawah kelompok tani diLangkap, menggunakan padi lokal MSP 7, 9, 13, 14, tersebut, tetapi atik masa belum sukses karena Kabupaten Bangkalan khususnya madura belum mengetahui dan menggunakan padi tersebut, dan banyak sekali yang berniat padi lokal MSP tersebut, bulan Februari 2018 sudah ada orderan sebanyak 3 kwintal tetapi yang membeli atau tukar di luar Madura, hampir menyaingi perbedaan antara padi hibrida dengan padi lokal MSP tersebut, dari hasil panen dalam 1 hektar padi lokal msp mendapatkan 10-15ton, dan padi hibrida hanya mendapatkan 8-10ton, tuturnya.

Acara panen padi lokal msp 7, di desa Langkap Kecamatan Burneh Kabupaten Bangkalan, yang di dukung oleh Tokoh masyarakat, Aba Tayyib, kelompok tani Puspa Sari dan beserta anggotanya antara lain, Bapak Baidawi, Abduh, Poniman dan Pemuda tani Kabupaten Bangkalan, yang di pimpin oleh Amniya, Dahri dan Atik, Koordinator Kader PMMD (Pemuda Mandiri Membangun Desa) Kecamatan Tragah MOH. DAHRI yang memberikan atensinya. Kelompok Tani Puspa Sari Desa Langkap beserta anggotanya tuturnya.