PENGELAPAN UANG 20 MILYAR LEBIH TERJADI DI TUBUH KSP TERATAI MAS BHUWANA

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WH Malang : Koperasi Teratai Mas Bhuwana yang beralamat di Jl. Kawi no. 16 kota Malang ricuh, Koperasi yang di ketuai oleh Condrat Notoadmodjo ini melaporkan Ivo Christisna ke Polresta Malang dan Polda Jatim. Permasalahan terjadi karena dana simpanan anggota digelapkan oleh Ivo Christiana beliau menjabat bendahara dari KSP Teratai Mas Bhuwana dan anak dari Eko Handoko Widjaya Notaris terkenal di kota Malang yang juga pemilik Hotel Montana dan Radio Kencana.

Menurut Condrat kepada Wartahukum.net mengatakan, Koperasi Teratai Mas Bhuwana ini berdiri sejak januari 2013. Mulai bulan juni 2013, Ivo mulai melakukan penggelapan dengan modus dana di depositokan di beberapa BPR. Setelah di selidiki, ternyata BPR tersebut fiktif. Sehingga dari pihak pimpinan melakukan audit dan ditemukan nominal kerugian yang cukup fantastis yaitu sebesar Rp 20 Milyar lebih.

Ketua KSP Condrat mempertanyakan perihal uang koperasi ke Ivo dia malah mengelak dan tidak mengakui perbuatannya, malah Ivo mau menggeser ketua dengan membentuk tim 11, yang isinya adalah para pegawai Hotel Montana dan Radio Kencana yang merupakan perusahaan milik pribadi dan keluarganya. Ivo yang beralamat di Puncak Tidar ini merupakan Putri dari almarhum Eko Handoko Widjaya, SH, mantan Notaris di kota Malang yang sempat menjadi tersangka dalam kasus Koperasi Montana, kemudian mempra peradilankan Mapolresta Malang.

Sedangkan modus yang dipakai Ivo untuk menggelapkan uang karena dia sebagai bendahara yang memegang kendali keuangan penuh tetapi berkali kali dia mentransfer sejumlah uang milyaran rupiah ke rekening Eko Handoko Widajaya dan Agustina Lenny yang merupakan orang tua Ivo tanpa sepengetahuan pimpinan . Dengan di temukannya penyelewengan tersebut, maka Condrat selaku pimpinan Koperasi melaporkan Ivo ke Polres Malang Kota pada tanggal 6 Desember 2017, dan laporan ke Polda Jatim Nomer : LPB/125/1/2018/UM/SPKT.

Dengan cara yang sangat rapi dan sistematis Ivo Cristiana malah berusaha mengeser ketua dan mencegah usaha ketua untuk mendatangkan auditor eksternal untuk memeriksa keuangan koperasi. Sehingga hari ini tim 11, yang diketuai oleh Ivo mengadakan rapat luar biasa untuk menggulikan ketua yang sah. Sedangkan anggota dari tim 11 sendiri merupakan anggota Koperasi Teratai Mas Bhuwana yang tidak tahu menahu, mengapa mereka mengadakan rapat luar biasa ini. Semua ternyata sudah di atur oleh Ivo, mereka semua di minta tanda tangannya, agar mereka tetap bisa bekerja di perusahaan milik keluarga Ivo.

Rapat anggota luar biasa itu tidak sah, karena tim 11 belum pernah di bentuk dalam rapat anggota Koperasi Teratai Mas Bhuwana.Kasus penipuan dan pengelapan serta jabatan Koperasi Teratai Mas Bhuwana agar cepat terselesaikan dan simpanan nasabah dapat dikembalikan, tetapi permasalahan Koperasi keluarga dari Ivo hingga saat ini belum teratasi,ujar Condrat. (kie)