Siraturohmi Polres Jakarta Barat Dengan 20 Ormas Dan Ulama

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WH Jakarta : Bertempat di Kantor MUI Jakarta Barat, Kapolres Jakarta Barat Kombes Pol Hengki Haryadi SIK bersama Walikota H. M. Anas Efendi. SH MM dan Dandim Jakarta Barat Letkol TNI Kav. Andre Masengi gelar silaturahmi dengan pengurus ormas Islam se-Jakarta Barat, Selasa (6/2) 2018. Hadir dalam silaturahmi yakni Ketua MUI Jakbar KH. Munahar Muhtar. HS, Pejabat Utama Polres Jakarta Barat dan Ketua serta pengurus 20 Ormas Islam se-Jakarta Barat.

Dan diikuti juga beberapa Ketua dan pengurus dari 20 Ormas Islam se Jakbar, yaitu: Ketua Kerukunan Ummat Beragama Jakarta Barat. (FKUB), Pimpinan Nahdatul Ulama Jakarta Barat, Pimpinan Muhammadiyah Jakarata Barat, Pimpinan Syarikat Islam, Ketua Lembaga Dakhwah Islam Indonesia (DII), Ketua Persis, Ketua Dewan Dakwah Islam Indonesia, Pimpinan Al Irsyad, Pimpinan Al Wasliyah, Pimpinan Mathlaul Anwar, Pimpinan Muslimat NU, Pimpinan Aisyiah Muhammadiyah, Pimpinan Persatuan Tarbiyah Islamiyah, Pimpinan Persatuan Ummat Islam, Lemba Dakwah Ibnu Salim, Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PERTI), Alhidayah, Badan Kontak Majelis Takhlim (BKMT), Forum Komunikasi Majelis Takhlim (FKMT), Satkar Ulama.

Kapolres Jakarta Barat Kombes Pol Hengki Haryadi SIK mengatakan silaturahmi dalam rangka menjaga kondusifitas kamtibmas di wilayah Jakarta Barat. Ditambahkan Kapolres Jakarta Barat KBP Hengki Haryadi Sik MH, dalam pelaksanaanya suasana sangat kondusif dan akrab seluruh peserta mendukung kebersamaan, menolak adu domba antar umat beragama baik sesama muslim maupun lintas agama serta tindakan tindakan politisisasi agama. “Peserta mendukung terwujudnya kerjasama yang erat antara Ulama atau pimpinan agama serta umaro (pimpiman pemerintahan) sebagai pemuka masyarakat yang utama,” Terang Hengki.

Hal ini juga sitegaskan oleh Ketua MUI JAKBAR  KH. Munahar Muhtar. HS meminta kepada para pimpinan Ormas se Jakbar jangan terpancing isu isu yang hendak mengadu domba ulama dengan pemerintah, terutama terkait isu penyerangan terhadap para ustad yang terjadi di jawa barat serta berusaha memecah belah umat islam terkait pidato Kapolri tentang NU dan muhamadyah, yang di potong – potong sehingga maknanya jadi berbeda.

Diakhir acara,dilanjutkan dengan IKRAR BERSAMA Ulama dan Umaro sebagai berikut :

“KAMI PIMPINAN ORMAS ISLAM ULAMA DAN UMARO SE-JAKARTA BARAT BERIKRAR UNTUK TERUS MENJAGA SITUASI YG KONDUSIF MANJAGA PERSATUAN DAN KESATUAN DALAM MENGAWAL NKRI DAN MERAWAT KEBIHINNEKAAN”

*.