Mahfud MD Berkunjung Ke Rumah Duka (Ach. Budi Cahyono) Guru SMA Negeri 1 Torjun-Sampang

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WH Sampang : Rumah duka Almarhum Ach. Budi Cahyono S.Pd , mantan Guru SMA Negeri 1 Torjun-Sampang yang dianiaya oleh siswanya sendiri hingga meninggal dunia, pada hari Minggu (04/02/2018) sekitar jam 11.30 Wib rumah duka Guru Almarhum Bapak Ach. Budi Cahyono kedatangan tamu di jalan Jaksa Agung Suprapto-Sampang yaitu Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (Mahfud MD) beserta rombongannya.

Kedatangan Mahfud MD dan rombongan disambut dengan baik dan gembira oleh keluarga almarhum, setelah berbincang-bincang dan bertanya terkait kematian almarhum kepada orang tuanya serta memberikan uang santunan kepada istri almarhum, kemudian Mahfud MD beserta rombongan berpamitan untuk pulang.
Disela-sela kepulangannya sejumlah awak media menanyakan tentang tujuan dan harapannya kedepan agar kasus penganiayaan dan pemukulan siswa kepada Guru tidak terulang lagi, maka kemudian Bapak Mahfud MD mengutarakan, “Saya ini asli orang kecamatan Omben-Sampang mendengar adanya kabar dan berita yang mengagetkan dan memilukan tentang adanya seorang murid menganiaya dan memukul Guru sekolahnya sampai meninggal, sebetulnya saya begitu tahu karakter orang Madura yang sangatlah menghormati Gurunya, dulu waktu saya masih sekolah, kalau Guru marah pada saya, orang tua saya ke sekolah dan menyuruh marah bila perlu di pukul lagi kepada guru tersebut, karena guru tidak akan mengajarkan jelek dan pasti akan mengajarkan yang terbaik buat muridnya,”, ujar Beliau.

Selanjutnya Mahfud MD mengatakan, “Sekarang ini banyak murid kehidup annya lebih glamour dari gurunya sehingga akhlaknya sudah banyak yang runtuh, maka saya pribadi menyarankan untuk kedepannya dunia pendidikan di Indonesia harus lebih diperkuat lagi akhlaknya. Di era dunia globalisasi yang dengan mudah dimasuki oleh budaya luar, sehingga banyak orang atau masyarakat Indonesia tergelincir dari akar budaya bangsanya sendiri, sudah banyak contoh mahasiswa, murid sekarang sudah kurang sopan santun, apalagi sudah maraknya dunia narkoba yang jelas-jelas merusak daya pikir kita dalam era Milenium, kita yang dikenal dengan bangsa yang beradap sudah sepantasnyalah harus bisa memerangi budaya-budaya yang sekiranya dapat merusak mental dan akhlak serta juga yang bisa merusak akar budaya kita, karena bangsa Indonesia sejak dulu sudah terkenal dengan adat ketimuran nya yaitu menjaga sopan santun tingkah laku maupun tata krama yang diajarkan dan dijunjung oleh masyarakat Indonesia.

Berbicara tentang keluarga korban yang menyebabkan meninggalnya guru tersebut Saya menyarankan ke pihak keluarga korban untuk bersabar karena itu sudah takdir Allah dan kita pasrahkan saja kepada aparat hukum biar yang proses dengan mengikuti aturan-aturan hukum yang berlaku siapapun yang melanggar hukum itu memang harus dihukum dan saya secara pribadi akan siap untuk terus mengawalnya, juga korban ini oleh Pemerintah harus lebih diperhatikan apalagi seperti korban yang merupakan tenaga guru honorer”, Kata Mahfud MD. Sesudah Berkunjung dan menyambangi pihak keluarga istri korban (Pak Budi), sekitar jam 13.00 Wib, Mahfud MD beserta rombongannya langsung pulang dan bertolak ke Jakarta. (is-one)