PARADIGMA CERAMAH SUDAH TIDAK RELEVAN UNTUK GENERASI MILENIAL SAAT INI

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WH Malang : Dunia pendidikan terus berubah terkait metode belajar mengajar di Sekolah. Walaupun begitu, metode lama berupa ceramah dalam belajar mengajar  tersebut masih mendominasi di berbagai sekolahan. Hal inilah yang membuat Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Malang mulai bergerak cepat tahun 2018 ini. Terutama dalam menata berbagai model belajar mengajar yang tepat, efektif serta sesuai dengan perubahan zaman dan anak-anak saat ini.

Bukan salah kalau istilah anak zaman now disematkan kepada para pelajar di sekolahan. Generasi siswa saat ini bukanlah generasi lama yang sulit mengakses informasi ataupun berbagai pilihan dalam menunjang pengetahuannya. Mereka adalah generasi milenial yang akrab dengan lajunya teknologi. Kondisi inilah yang membuat dunia pendidikan pun perlu mengimbanginya. Salah satunya adalah mengubah pola atau metode lama berupa ceramah yang merupakan komunikasi satu arah.

Kepala Disdik Kabupaten Malang M. Hidayat memahami benar akar persoalan dari terjadinya penurunan kualitas pendidikan di Kabupaten Malang beberapa tahun lalu. Metode belajar mengajar dari guru wajib diubah dalam zaman seperti ini. Perubahan metode ceramah yang menjadikan siswa subjek-pasif tidak lagi tepat terus dipelihara, kata mantan wartawan ini kepada Wartahukum.net.

Ada beberapa hal yang menurut Dayat, sapaan kadisdik Kabupaten Malang, jadi alternatif yang bisa menggantikan metode ceramah tersebut. MIsalnya dengan metode bermain peran atau role play. Dalam metode ini, siswa diposisikan sebagai subjek yang aktif dalam proses belajar mengajar di sekolah. Berbagai mata pelajaran di sekolah sebenarnya memberikan ruang lebar bagi guru dan siswa untuk menerapkan metode role play ini.

Dayat menjelaskan, metode role play ini akan membentuk siswa-siswa yang memiliki karakter dikemudian hari. Selain itu melalui metode ini juga siswa diajak masuk dalam materi pelajaran. Ujungnya, siswa diajak untuk mendiskusikan, mengeksplor perasaan, sikap, nilai dan berbagai pelajaran dalam memecahkan masalah. Selain metode role play, guru sebagai ujung tombak dalam proses belajar mengajar di sekolah juga perlu memiliki kemampuan dalam menciptakan media belajar. Media belajar menjadi penunjang dalam menyukseskan belajar mengajar di sekolah. Karenanya saya juga berharap dan mendorong seluruh guru mampu menciptakan media pembelajaran nantinya. Kalau masih tetap ngotot ceramah saja, itu sudah kuno, tandas Dayat.

Selain menyisir beberapa titik lemah dalam metode pembelajaran yang saatnya dilakukan perubahan dalam sekolah, Dikdis Kabupaten Malang juga sedang mempersiapkan sistem pembelajaran online bagi para siswa sekolahan. Sistem pembelajaran online ini nantinya akan jadi penunjang bagi seluruh siswa dalam menambah kemampuan belajarnya di luar sekolah. Hal ini juga dalam upaya mengurangi kerajingan generasi milineal dalam mengakses teknologi yang tidak terlalu bermanfaat atau bahkan menyesatkan. Media online ini nantinya bisa diakses siswa secara offline juga. Jadi penambahan menu belajar mereka juga akan semakin lengkap dan sesuai dengan gaya siswa sekarang, ujarnya.(kie)