Menolak Diajak Nikah, Akhirnya Diperkosa

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WH Sampang : Setelah mengadakan acara coffee morning, dari pihak Polres Sampang yang di pimpin oleh Bapak Kapolres (Budhi Wardiman, SH, S.IK) mengadakan konfrensi pers terkait dua kejadian tindak kriminal yaitu tentang pemerkosaan yang dilakukan oleh dua pemuda yang berinisial JN alias A (35 th) beralamat dari Dusun Glisgis Desa Gunong Maddah-Sampang dan yang satunya berinisial P melarikan diri dan masih dalam tahap pengejaran oleh pihak kepolisian, sedangkan korban pemerkosaan seorang wanita inisial HH (17 th) putri dari MS (65 th) yang beralamat di kelurahan Gunongsekar – Sampang. Dan pada hari Kamis (01/02/2018) sekitar jam 10.00 Wib Bapak Kapolres Sampang mengadakan konfrensi pers terkait tentang kronologis kejadian tindakan pemerkosaan itu.

AKBP Budhi Wardiman, SH, S.IK mengutarakan, “Pada bulan November 2017 sekitar jam 23.00 Wib di sebuah Tambak Kelurahan polagan Sampang telah terjadi tindak pidana pemerkosaan yang dilakukan oleh tersangka berinisial P dan JN alias A bin S (35 th) terhadap korban seorang gadis berinisial HH (17 th) yang bermula saat ketika korban mau pulang dari pasar malam di lapangan Wijaya Kusuma-Sampang korban diantar oleh JN dengan menggunakan becak untuk yang nyetir becak tersebut adalah JN sedangkan yang di depan P dengan korban, dengan berbagai rayuan manis dari para tersangka tersebut, akhirnya korban di ajak jalan-jalan dan sampailah ke tempat sepi di tengah tambak ikan kelurahan Polagan sekitar jam 23.00 Wib, dan Sesampainya di lokasi korban ditarik oleh kedua tersangka menuju ke sebuah gubuk kosong kemudian JN memegang kedua tangan korban sambil membekap mulutnya dengan tujuan agar korban tidak teriak sedangkan P menarik celana dari korban sambil memasukkan alat kelaminnya ke kelamin korban sampek berdarah, setelah P merasa puas barulah JN melakukan pemerkosaan dan yang bertugas memegang kedua tangan korban di ganti oleh P.

Adapun pasal yang dikenakan oleh para tersangka yaitu Pasal 285 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara”, Ungkap AKBP Budhi Wardiman, SH, S.IK.
Sedangkan menurut keterangan tersangka JN mengatakan bahwa kenal dengan korban sudah selama 3 bulan, dan perbuatan bejat tersangka JN dan P pada saat itu dilakukan bergiliran sebanyak lima kali, tujuannya melakukan pemerkosaan karena merasa jengkel sebab korban waktu di ajak menikah oleh tersangka menolak secara mentah-mentah, Kata tersangka JN, sehingga tersangka merencanakan perbuatan bejat tersebut, sedangkan untuk korban HH sampek sekarang masih belum bisa ditemui karena masih merasa shok dan trauma atas kejadian tersebut. “Is One”