MENTERI KKP MELAKUKAN SOSIALISASI UNTUK PENGHAPUSAN ALAT TANGKAP CANTRANG

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WH Surabaya : Kebijakan Menteri Perikanan dan Kelautan, ibu Susi Pudjiastuti terkait penghapusan alat tangkap cantrang dengan alat yang lebih modern disambut baik Gubernur Jatim, Soekarwo. Namun demikian, perlu dilakukan sosialisasi lebih dahulu sebelum diterapkan. “Saya mendukung penuh kebijakan iBu Susi. Tapi itu karena alat baru, maka perlu dilakukan sosialisasi lebih dahulu, sehingga masyarakat mengetahui kelebihan menggunakan alat tersebut,” tegas Pakde Karwo sapaan akrabnya Gubernur Jatim Bpk H.Soekarwo, pada hari Kamis tanggal 25 Januari 2018

Menurutnya, dengan menggunakan alat cantrang ikan yang didapatkan dengan ukuran kecil. Sementara dengan alat modern yang ditawarkan ke nelayan sekarang ini mampu mendapatkan ikan dengan ukuran yang lebih besar seperti sirip kuning dan kerapu tikus yang ukurannya mencapai 35 kg. Selain mendapatkan ikan yang lebih besar, mereka juga dituntut untuk memiliki kapal yang besar dan muatannya juga besar. Dan tentunya berpengaruh pada pendapatan nelayan kita,”ujarnya.

Sementara itu, Anggota Komisi B DPRD Jatim, Noer Soetjipto mengatakan sebelum kebijakan tersebut diberlakukan tentunya perlu sosialisasi lebih dahulu. Mengingat 80 persen nelayan di Indonesia adalah tradisional. Otomatis, saat akan mengubah mindset, mereka perlu dilakukan pendekatan dan sosialisasi. Dan itu membutuhkan waktu berbulan-bulan. Apalagi kabarnya alat tersebut harganya mahal, tentunya perlu subsidi dari pemerintah.

“Hal ini juga yang harus dipikirkan oleh pemerintah. Sehingga untuk penggunaan alat modern tersebut dibutuhkan waktu bertahap. Atau paling tidak ada contoh, sehingga mereka akan menerima alat tersebut. Apalagi yang akan menjadi contoh diambilkan dari nelayan yang berhasil meningkatkan pendapatan dengan menggunakan alat tersebut,”ujarnya. Seperti diketahui, dalam kebijakan Menteri KKP ibu Susi tersebut minta koperasi memberikan kemudahan kredit kepada nelayan yang akan mendapatkan kredit untuk membeli alat tersebut. Selain itu akan dibangunkan kontainer ditengah laut disetiap kab/kota “ungkapnya”. (AAR)