PRESIDEN JOKOWIDODO SUKA DENGAN LAKON SATYAM EVA JAYATE

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WH Jakarta : 24 Januari 2018. Alkisah, dua politisi besar di kerajaan antah-berantah, bersaing berebut kekuasaan. Bermacam cara dilakukan agar memenangkan persaingan. Fitnah dan intrik membuat masyarakat terbelah. Sang pemimpin kerajaan tersingkir, bahkan dibuang ke hutan.

Apa yang terjadi kemudian? Sang pemimpin justru tercerahkan dan menemukan kesadaran bahwa puncak kekuasaan sesungguhnya bukan penguasaan dan kekuatan politik, tapi kebijakan yang berakar dari semangat menyejahterakan rakyat Satyam Eva Jayate. Akhirnya kebenaranlah yang menang.

Saya menonton Pagelaran Teater Kebangsaan dengan lakon “Satyam Eva Jayate” ini kemarin di Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Pagelaran ini dihelat dalam rangka perayaan ulang tahun ke-71 Ibu Megawati Soekarnoputri, Presiden Republik Indonesia ke-5.

Pagelaran Satyam Eva Jayate dengan sutradara Agus Noor ini bercerita tentang peristiwa di abad ke-13 atau tepatnya tahun 1296. Kalimat dari naskah kuno Sanskerta ini pernah diucapkan sang pendiri Kerajaan Majapahit, Raden Wijaya, di tengah intrik perebutan kekuasaan di negerinya.

Mengingat tahun 2018 ini tahun politik, ada pemilihan kepala daerah di 171 daerah, saya mengutip ucapan Ibu Megawati dalam sambutannya sebelum pagelaran ini agar, “Kalau kita harus tempur, ya kita tempur dengan baik demi demokrasi. Demikian.” (IDI)