Rampas Motor, Dua Debt Collector Babak Belur Dihajar Massa

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WH Jakarta : Dua debt collector babak belur dihajar massa di Jalan Transyogi Cileungsi Jakarta Timur, Kamis (18/01) sekitar pukul 17.00 WIB. Kedua pria asal Ambon, Thomas Mattirity (39) dan Richard (25) yang menjadi korban kekerasan karena diduga merampas kendaraan secara paksa. Beruntung kedua pria itu diamankan oleh Polsek Cileungsi dari amukan warga.

Kapolsek Cileungsi, Kompol Asep Fajar mengatakan pihaknya menerima informasi adanya penganiayaaan terhadap dua Matel yang biasa mangkal di Jalan Transyogi. “Kedua korban amukan massa ternyata bekerja sebagai debt collector di perusahaan leasing di Kecamatan Cileungsi. Tapi secara prosedur itu menyalahi aturan. Kalau menyita paksa masuknya ranah pidana, perampasan,” jelas Asep.

Kompol Asep Fajar menilai, penarikan paksa kendaraan bermotor yang dilakukan oleh debt collector tidaklah diperbolehkan. Menurut dia, terkait prosedur penarikan kendaraan bermotor tersebut sudah diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No.130/PMK.010/ 2012 tentang pendaftaran Fidusia bagi perusahaan pembiayaan. “Penyitaan hanya boleh dilakukan oleh pihak pengadilan. Dengan peraturan Fidusia tersebut, pihak leasing atau kreditur tidak boleh meminta paksa melalui jasa debt collector,” kata Kapolsek.

Selanjutnya, kata Asep, setelah dilakukan penyitaan oleh pihak pengadilan, pihak pengadilan memberikan denda kekurangan pembayaran kredit motor tersebut. Dia menambahkan, apabila masih ada debt collector yang mengambil paksa kendaraan bermotor di jalan, mereka dapat dikenakan pasal 365 KUHP tentang perampasan. “Meminta paksa kendaraan bermotor di jalan merupakan tindak kekerasan atau perampasan, mereka bisa diancam pasal 365 KUHP dengan hukuman 12 tahun penjara,” tandasnya.