Pembongkaran PKL Liar Di Depan RSUD Sampang

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WH Sampang : Setelah pembongkaran, salah satu PKL yaitu penjual kopi dan minuman di kawasan tersebut (Bu Nur) mengatakan, “Saya ini sudah lama berjualan di sini Mas, kalau warung saya di bongkar, terus anak kami mau makan apa ditambah biaya sekolah lagi, karena warung ini adalah sumber mata pencaharian dan sumber nafkah kami untuk hidup”, Kata Bu Nur.

Menurut KASI Operasional Satpol PP (H. Samsul mutammam) setelah ditemui di lapangan waktu Pembongkaran, beliau mengatakan, “Berkaitan dengan PKL yang ada di depan RSUD Sampang kami dari dinas Pol PP beserta dinas terkait, sebelumnya sudah melakukan sosialisasi di Aula kantor Dinas Sosial Sampang dengan pihak Pedagang (PKL). Dalam pertemuan tersebut sudah disepakati antara pihak pemerintah dan PKL dan sampai membuat surat pernyataan yang isinya bahwa PKL bisa berjualan di kawasan atau depan RSUD Sampang tanggal 15/01/2018 pada jam 14.00 Wib – 06.00 Wib, dan apabila tidak mengindahkan atau melanggar kesepakatan tersebut pihak pemerintah bisa membongkar secara paksa kepada PKL itu, pihak kami sudah memberikan kebijaksanaan sampai tanggal 15/ 01/ 2018 tetapi pada hari ini tanggal 16/ 01 /2018, pihak PKL tetap bersikukuh untuk berjualan maka detik ini juga kami pihak pemerintah tidak segan-segan untuk melakukan penertiban pembongkaran secara paksa, ujar beliau.

Selain itu dalam PERDA sudah ada keputusan tentang tata tertib tentang PKL yang tanpa izin atau liar harus di larang untuk berjualan, dikarenakan juga berdampak pada Pendapatan Daerah. Tujuan lain dari pembongkaran tersebut yaitu memberikan efek jera dan pihak kami secara tegas untuk mengambil tindakan dan juga ingin menciptakan Kota Sampang yang rapi dan bersih, apalagi di sini rumah sakit umum yang mengutamakan kebersihan dan kesehatan mas”, Kata H. Samsul mutammam (KASI Operasional Dinas Satpol PP).

Dengan adanya tindakan tegas penertiban PKL Liar yang dilakukan oleh Dinas Satpol PP beserta jajarannya, pihak masyarakat sangat setuju dengan alasan apabila waktu besuk/berkunjung ke keluarganya untuk lahan parkir mobil sangat kesulitan karena di penuhi oleh para PKL.  Untuk PKL yang melanggar waktu itu juga gerobak beserta isinya langsung di angkut dan di bawa ke Kantor Dinas Satpol PP dan pembongkaran selesai pada jam 11.30 Wib.