DINAS PERHUBUNGAN KOTA SURABAYA SEGERA MEREALISASIKAN PEMBANGUNAN PARKIR MODULAR

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WH Surabaya : Anggota Komisi C DPRD Surabaya Vinsensius minta Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya segera merealisasikan pembangunan parkir modular. Vinsensius mengatakan, parkir modular sangat penting sebagai solusi banyaknya penggunaan badan jalan untuk parkir. Salah satunya di kawasan Kertajaya yang banyak dijumpai mobil parkir di badan jalan. “Kami sudah bahas dengan Dishub Kota Surabaya jika parkir modular nanti akan diaplikasikan pada 2018,” kata Awey, sapaan Vinsensius, kemarin.

Legislator dari Politisi Partai Nasdem ini menegaskan, parkir dengan sistem modul knock down tersebut membutuhkan lahan yang tidak luas. Karena modelnya secara vertikal jadi model parkirnya akan naik ke atas. “Bisa menampung banyak mobil, tergantung rangkaiannya nanti,” jelas Awey. Dia menyebutkan, efisiensi lahan yang digunakan akan bisa mengatasi masalah kebutuhan parkir yang mendesak. Parkir modular nanti juga bisa dikelola dengan baik oleh Dishub Kota Surabaya agar pemilik mobil bisa memanfaatkan dengan baik. “Pasti akan sangat berguna dan efisien karena kebutuhan parkir sangat mendesak,” tegasnya.

Awey menambahkan, parkir modular akan dilengkapi dengan sistem mekanik yang bisa berputar mengarahkan kendaraan mencari posisi parkir yang kosong. Ketinggian bangunan menyesuaikan jumlah mobil yang parkir serta kekuatan dari modul knock downnya. “Saya harap segera difungsikan karena pemilik mobil semakin banyak,” harap dia. Kepala Dishub kota Surabaya Irvan Wahyu Drajat mengatakan, Pemkot Surabaya telah menganggarkan Rp 2 miliar untuk pengadaan parkir modular.

Untuk tahap awal, akan dibangun dua modul secara vertikal atau bertingkat. “Fungsi dan pengadaan parkir modular sudah kita bahas karena fungsinya sangat besar,” kata Irvan Wahyu Drajat. Pada tahap pertama pembangunan parkir modular akan memiliki kapasitas sekitar 32 mobil. Setiap modul memiliki kapasitas 16 mobil. Kawasan Kertajaya akan dijadikan pilot project karena dianggap sebagai kawasan padat dengan jumlah mobil yang tinggi. “Biar tidak ada lagi mobil parkir di jalan,” terangnya. Menurutnya, jika dalam uji coba parkir modular tersebut efektif, maka akan dianggarkan untuk pengadaan modul yang akan digunakan di kawasan lain. Terkait kebutuhan lahan nantinya akan menggunakan aset Pemkot Surabaya yang tersebar di beberapa daerah. “Secepatnya akan kita bangun parkir modular di Kertajaya,” ujar Irvan. (AAR)