PEMBAGIAN ALAT TANGKAP IKAN YANG TIDAK MERATA DI JAWA TIMUR

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WH Surabaya : DPRD Jatim menyesalkan bantuan alat tangkap ikan untuk nelayan dari Kementerian Kelautan dan perikanan (KKP) yang ada 9 jenis ternyata tidak sesuai dengan apa yang diharapkan oleh nelayan yang ada di Jawa Timur.

9 jenis alat tangkap ikan tidak sesuai harapan tersebut antara lain jaring insang, trammel net, bubu lipat ikan, bubu rajungan, pancing ulur, rawai dasar, rawai hanyut, pancing tonda, serta pole and line.

“Bantuan dari KKP tersebut tidak sesuai dengan harapan dari nelayan di Jatim, ”ungkap Ketua Komisi B DPRD Jatim Ach. Firdaus Febrianto. Politisi asal Partai Gerindra ini mengatakan dikatakan tak sesuai harapan karena rata-rata alat tangkap tersebut memiliki jaring ikan yang tak bisa digunakan untuk menangkap ikan.” Lubang dari jaringnya ada yang besar-besar sehingga nelayan mengeluh tak bisa untuk menangkap ikan,”sambung pria asal Lamongan ini.

Firdaus mengatakan seharusnya KKP sebelum memberikan bantuan tersebut harusnya melakukan komunikasi dengan nelayan di Jawa Timur kelayakan alat tangkap yang akan diterima mereka. “Seolah seakan-akan nelayan dipaksa untuk memakai alat tangkap yang mereka siapkan. Padahal kondisinya tidak sesuai dengan yang diharapkan, sambungnya.

Beliau mengatakan pula tak hanya itu, penyebaran dari 9 jenis alat tangkap tersebut tak merata dibagi di Jatim. “ Ada 900 alat tangkap yang dibagi di Jatim. Namun, besarannya dibagi dimasing-masing daerah tak sesuai. Nelayan di Tuban diberi, tapi di Lamongan tak diberi, dehingga menimbulkan kecemburuan dari nelayan daerah, ungkapnya. (AAR)