KANTOR IMIGRASI KELAS 1 JUANDA WILAYAH SURABAYA TELAH MEMPERMUDAH PELAYANAN MASYARAKAT

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WH Surabaya : Hari ini selasa tanggal 19 desember 2017 Telah di adakan Pers conference Di kantor imigrasi Juanda pukul 11.00 wib Khusus wilayah surabaya

Peningkatan Kinerja jajaran keimigrasian yang dicapai oleh Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Surabaya tahun 2017 sedikit ada peningkatan pada pelayanan Jasa Keimigrasian. Menurut Tarmin Hariawan, pada Pers Conference tanggal 19 Desember 2017 bertempat di Kanim Kelas I Khusus Surabaya di Juanda menjelaskan.
Untuk layanan pemohon Paspor :
Pemohon Paspor Biasa terjadi penurunan, hal ini dikarenakan semakin ketatnya pengawasan pemohon, sebab banyaknya kasus WNI yang bermasalah di Luar Negeri dengan adanya tujuan yang tidak jelas, dan pemanfaatan ijin tinggal untuk bekerja secara illegal.

Tahun 2016 sebanyak 105.449 Pemohon, Tahun 2017 sebanyak 82.199 Pemohon
Sedangkan untuk Pemohon Paspor Elektronik terjadi kenaikan, disamping sudah banyaknya sosialisasi tentang manfaat e-paspor, di Kanim Kelas I Juanda ini juga banyak melayani pemohon dari Luar Kota / Luar Pulau. Tahun 2016 sebanyak 9.799 Pemohon, Tahun 2017 sebanyak 12.433 Pemohon.

Pelanggaran keimigrasian / Penyalah gunaan Ijin Tinggal :
Tahun 2016 34 Orang,
•Sanksi Administrasi : 21 Orang
•Deportasi : 34 Orang
Tahun 2017 sebanyak 75 Orang
•Sanksi Administrasi : 22 Orang
•Deportasi : 75 Orang

Pembukaan Timpora :
Tahun 2016 : 4 Timpora
Tahun 2017 : 67 Timpora

Menurut Sandi Andaryadi dari Bidang Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian, dengan dibukanya keran Bebas Visa, masih banyak pelanggaran ijin tinggal yang dilakukan oleh Warga Negara Asing (WNA) yang berada di wilayah Hukum Kanim Kelas I Khusus Surabaya.

Banyaknya pengguna Visa Wisata yang menyalahgunakan untuk bekerja pada perusahaan / pabrik-pabrik, Penindakan yang dilakukan antara lain Sanksi Administrasi 97 Orang , Projustitia 1 orang (WNA Philiphina) dan Deportasi : 75 Orang
Pelimpahan dari Polda 10 orang WNA Korea, yang memasang alat untuk membaca e-toll di Toll Rungkut dan sudah dideportasi. (AAR)