Proyek Jalan Amburadul Tambah Sengsarakan Warga

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WH Sampang : Ada beberapa pengerjaan proyek jalan makadam dan plengsengan tepatnya di kawasan atau lokasi Desa Ragung Kecamatan Pengarengan – Sampang, adapun pengerjaan tersebut dilakukan secara asal-asalan dan sifatnya mengeruk keuntungan tanpa mengindahkan faktor keselamatan warga, padahal akses jalan itu merupakan penghubung antara 2 desa yaitu Desa Ragung dan Desa Disanah, selain itu jalan tersebut merupakan salah satu akses bagi para petani tambak garam dan ikan. Dengan adanya proyek jalan makadam yang menambah kerusakan cukup parah dari sebelumnya mengundang reaksi sangat keras dari LSM “LASKAR TRUNOJOYO” hingga mengarah ke ranah Hukum (Kejaksaan).

Ketua LSM Laskar Trunojoyo (M. Hari) mengkritik keras terhadap pelaksanaan (pengerjaan) proyek yang selesai waktu Oktober itu dianggap amburadul, gagal dan tidak bertanggung jawab. Proyek tersebut sudah kami laporkan kepada pihak Penegak Hukum pada hari Senin (5/12/2017), disebabkan karena tidak sesuai dengan “RAB” sehingga terindikasi merugikan Keuangan Negara.

Bukti nyata lainnya di lokasi proyek tidak juga dilengkapi papan atau prasasti yang bertujuan untuk mengelabui kami, terutama masyarakat salah satu contoh lagi yaitu bahan dasarnya tanpa adanya batu besar (ukuran 4/6) dan langsung menggunakan bahan pasir sehingga menyebabkan jalan menjadi becek”, ujar M. Hari.

Setelah melihat lokasi proyek, ada warga bernama Subeidi (40 th) yang melintasi jalan tersebut dan mengutarakan, “Saya asli masyarakat Ragung merasa dirugikan dengan adanya jalan baru ini Pak, bukan tambah bagus, tapi tambah hancur dan licin, apalagi sekarang musim hujan, banyak orang dan pengendara sepeda motor terpeleset sehingga jatuh, ya gara-gara jalan ini, untuk mengurangi orang jatuh yang lebih banyak, Maka atas inisiatif warga Ragung, sekarang di beri batu besar oleh masyarakat Pak, sampai saat ini belom ada tindakan Pembenahan dari Pelaku Pelaksanaan dan tindakan dari Penegak Hukum. “, Kata Subeidi.

Sementara Kepala Desa Ragung ( H. Semar ) setelah di konfirmasi pada hari Senin (12/12/2017) jam 16.00 Wib mengatakan, “Saya sebetulnya merasa sangat kecewa dan tidak tahu dengan adanya proyek ini bahkan juga ada lima titik pengerjaan dan seperti itu salah satu diantaranya yaitu:
– Beluk Kuning (POKMAS),
pengerjaan ” Rabat Beton ”
– Kuda Kencana (POKMAS)
pengerjaan” Plengsengan ”
Sampai detik ini saya selaku kepala desa masih belum survey ke lokasi dan merasa tidak pernah menandatangani adanya proyek tersebut padahal pekerjaan itu ada di kawasan lokasi Desa ragung sehingga saya menilai dengan tegas bahwa proyek itu adalah proyek siluman yang mengarah kepada pekerjaan secara amburadul, terus terang Mas sampai detik ini saya pribadi belum tahu bentuk proposal dan RAB nya”, ujar Beliau di kediamannya.

Kekecewaan dan keluhan juga dilontarkan oleh tokoh masyarakat sekaligus Dewan Pembina LSM Laskar Trunojoyo (H. Maula Zaini), “Dengan adanya proyek makadam tersebut bukannya membantu dan memperlancar akses jalan, bahkan sebaliknya, justru memperparah dan tambah rusak dikarenakan jalan mengandung Lumpur sehingga dapat membahayakan bagi pengguna jalan, Harapan kami pada Para penegak hukum agar segera melakukan tindakan Peringatan dan sangsi Tegas Sesuai Hukum “, Kata H. Maula Zaini (Is One)