PEMERINTAH DUKUNG PERCEPATAN ALIH TEKNOLOGI GUNA TINGKATKAN PRODUKSI PADI

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WH Lumajang : Pemerintah Kabupaten Lumajang melalui Dinas Pertanian Kabupaten Lumajang yang
dilaksanakan oleh UPT-BPP Kecamatan Jatiroto, laksanakan kegiatan Temu Lapang dan Panen Padi Hibrida menggunakan teknologi sistem Jajar Legowo, Jajar Legowo Mantenan, Twin Seed dan Tegel di Kelompok Tani. “Barokah Jaya” Desa Sukosari Kecamatan Jatiroto Kamis (7/12).

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas
Pertanian Kabupaten Lumajang diwakili Kepala Bidang Tanaman Pangan, Kepala Bidang Penyuluhan dan Informasi Pertanian, Camat Kecamatan Jatiroto, Kepala Desa Sukosari, Kepala UPT BPP Kecamatan Jatiroto, dan ramil Jatiroto, Kapolsek Jatiroto, KSK Statistik Jatiroto, Para Penyuluh Pertanian, Ketua Kelompok Tani dan Gapoktan Jatiroto, serta petani Desa Sukosari. Kegiatan temu lapang ini diawali dengan Panen Padi Bersama
sekaligus Ubinan Padi disaksikan oleh KSK BPS Kecamatan Jatiroto, dilanjutkan pembukaan dan sambutan oleh
Kusman, Ketua Kelompok Tani Barokah Jaya.

Kusman menjelaskan dalam kegiatan demplot ini, dilaksanakan
berdasarkan Teknologi Sistem Jajar Legowo, Jajar Legowo Mantenan, Twin Seed dan Tegel dengan Varietas Padi
Hibrida bersertifikat MAPAN P.O5. Teknologi yang berbeda digunakan untuk membandingkan teknologi mana
yang paling tepat dan sesuai dengan kondisi wilayah dan agronomi Sukosari. Kusman juga memaparkan hasil Ubinan Padi dengan jarak 2.5 m x 2.5 m diperoleh hasil 7.7 kg untuk metode Jajar Legowo, Tegel 7.67 kg, Jajar Legowo Mantenan 8.05 kg, sedangkan Twin Seed 9.06 kg. “Sehingga kami pun menyimpulkan teknologi Twin Seed mendapatkan hasil terunggul dengan produktivitas 14 ton/ha.

Kami pun bersyukur dengan adanya
demplot padi padi ini kami bisa mengerti, memahami, membandingkan dan mengimplementasikan teknologi
mana yang paling tepat untuk meningkatkan hasil produktivitas panen padi di antara empat sistem teknologi
yang di telah dilakukan tersebut”, ungkapnya. Maka dari itu, Kusman berharap agar Dinas Pertanian bisa
memberikan dan memfasilitasi program untuk teknologi Twin Seed ini, karena kedepan diharapkan melalui
teknologi yang tepat maka hasil panen dapat dan terus meningkat sehingga petani akan lebih sejahtera.

Ka. UPT BPP Jatiroto, Ir. Wiratno menjelaskan bahwa salah satu tantangan dalam pembangunan pertanian adalah
adanya kecenderungan menurunnya produktivitas lahan. Disisi lain sumber daya alam terus menurun sehingga
perlu diupayakan untuk tetap menjaga kelestariannya. Demikian pula dalam usaha tani padi, agar usaha tani padi dapat berkelanjutan, maka teknologi yang diterapkan harus memperhatikan faktor lingkungan, baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosial, sehingga agribisnis padi dapat berlanjut dengan mengimplementasikan Aksi Gerakan Pemupukan Organik dan Penggunaan Benih Unggul Bersertifikat (SIGARPUN BULAT) yang dicanangkan Dinas Pertanian sejak tahun 2011. Lebih lanjut Ir Wiratno menjelaskan, tanah kita sudah miskin unsur hara dikarenakan kita terbiasa menggunakan pupuk non organik, jika kita terus menggunakan pupuk anorganik maka dipastikan akan menurunkan tingkat kesuburan tanah sehingga tanah
akan cepat rusak dan tidak akan produktif lagi, agar kembali subur maka diharuskan kita menggunakan pupuk organik agar tingkat kesuburan tanah bisa kembali dan produktivitas bisa tinggi dan menggunakan bibit unggul dan bersertifikat karena sudah teruji dan bisa memilih teknologi pertanian yang paling tepat dan sesuai dengan
agroekosistemnya. Apakah itu Jarwo, Jajar Legowo Mantenan, Twin Seed atau Tegel. Kabid Tanaman Pangan.

Ir. Sudjono, MP menyatakan kegiatan temu lapang ini bertujuan untuk membuka kesempatan bagi petani untuk mendapatkan informasi yang jelas dan detail mengenai alih teknologi pertanian. Dimana petani yang sebelumnya terbiasa menggunakan sistem konvensional bisa mencoba beberapa alternatif teknologi
diantaranya Jajar Legowo, Jajar Legowo Mantenan, Twin Seed dan Tegel, sekaligus bisa memilih dan menularkan informasi alih teknologi yang paling tepat ke semua kelompok tani di Jatiroto pada khususnya, dan Lumajang pada umumnya guna mendukung Peningkatan Produksi Padi yang telah diprogramkan Pemerintah.

Ir. Sudjono menambahkan, Pemerintah saat ini sedang gencar-gencarnya untuk meningkatkan produksi padi, jagung, kedelai. Bahkan untuk komoditas kedelai Pemerintah memprogramkan akan memberikan bantuan benih dan pupuk gratis untuk kedelai. Bagi Petani yang berminat budidaya kedelai bisa mendaftarkan di UPT BPP melalui kelompok tani untuk mendapatkan bantuan Pemerintah tersebut. Dan mulai tahun depan, Pemerintah akan menutup pintu Impor kedelai, sehingga harga kedelai akan lebih stabil sehingga petani lebih sejahtera lagi. (SL)