Mantan, Rektor Unisma Mantan Menteri Era “Gus Dur” Dan Deputi Pencegahan BNN. Berikan Pendidikan Bahaya Narkoba

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WH Malang : Mantan Rekor Unisma, Prof.Dr.KH.Tholhah Hasan bersama Deputi BNN pusat bagian pencegahan Drs. Ali Johardi Wirogioto.SH, dalam simposium acara sarasehan di kampus Unisma malang, memberikan pengetahuan pendidikan bahaya Narkoba bagi kehidupan kita. Mantan Rektor Unisma Malang, Memberikan atensinya(himbauannya), kepada para mahasiswa, agar benar-benar tidak coba-coba dengan Narkoba, seperti sabu-sabu, ekstasi, daun ganja dan obat-obatan yang berdosis mengandung zat-zat tersebut ungkapnya.

Generasi kampus dan para akadimisi benar-benar harus berfikir panjang dan jangan sampai terjerumus oleh pergaulan dan ingin coba-coba ingin mencoba Narkoba, ujarnya.
Mantan Rektor yang pernah menjadi menteri agama di era Abdurrahman Wahid (Gus Dur), menambahkan, agar para mahasiswa sadar, untuk melawan Narkoba dan dapat selamat dari bahayanya narkoba bagi kita, keluarga, saudara, dan lingkungannya, daan agar mengatakan “Tidak pada Narkoba”. Semoga pendidikan bahaya narkoba, bagi kehidupan pendidikan di kampus dapat memberikan manfaat bagi para mahasiswa dan para mahasiswa benar-benar tidak bermain-main dengan Zat Narkoba yang efek akibatnya dapat merusak kehidupan kita semua. Ditambahkan oleh Diputi bagian pencegahan BNN pusat Drs. Ali Johardi yang berasal dari unsur kepolisian. Johardi mengatakan, bahwa bahaya narkoba sudah benar-benar serius kita lawan dan katakan tidak pada narkoba. Dimana para penggunanya tidak mengenal strata ekonomi, (Tingkatan ekonomi), mulai ekonomi kelas elit sampai dengan ekonomi pengannguran.

Para pengusaha narkoba benar-benar ingin merusak negara melalui sebuah kenikmatan yang akhirnya menghancurkan raga, jiwa sampai negara. Ditambahkan olehnya, bahwa bahaya narkoba sama dengan bahayanya teroris. Karena para mafia negara-negara penyuplai narkoba benar-benar mau menjajah ekonomi negara berkembang dengan memasukkan obat jahannam (narkoba), kepada negara-negara berkembang, Sehingga generasi negara indonesia rusak dan lemah ekonominya, sehingga mudah diajak bekerjasama mengedarkan narkoba, karena sudah kecanduan, sehingga mudah diatur. Johardi berharap benar-benar jauhi Narkoba, generasi bangsa indonesia akan jaya. (M.zuhri/ Kabiro.Warta Hukum)