Pengadaan 10 Unit Mobil Suzuki APV GL Direalisasikan dari Dealer Banyuwangi, Tahun 2018 Ajukan Pengadaan Kendaraan Roda 2

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WH Banyuwangi : Realisasi pengadaan sebanyak  10 unit kendaraan Suzuki APV GL yang dianggarkan melalui pengadaan mobil melalui Dana Desa (DD) dengan harga perunitnya sebesar Rp 196.250.000,- pada tahun 2017 ini dinilai sudah tepat sasaran.

Diungkapkan, Kepala Desa (Kades) Lemahbangkulon, Agin Sunyoto mengatakan, pengadaan mobil APV GL ini sangatlah besar fungsi dan manfaatnya. Karena hal ini sebagai bentuk pelayanan prima cepat dan tepat.

Selain itu, antar desa yang terdekat juga bisa saling membantu dan melakukan pinjam pakai unit mobil tersebut apabila sangat dibutuhkan dalam memberikan pelayanan bagi warga yang sakit secara emergency atau darurat apabila membutuhkan unit mobil lebih dari 1 (satu).

“ Semua unit di desain dengan branding yang sama. Mengenai pengadaan semua unit mobil APV itu dipesan dari dealer Suzuki yang ada di Banyuwangi dan sampeyan bisa kordinasi langsung kesejumlah desa lainnya yang berada di Kecamatan Singojuruh. Rencananya, pada tahun 2018 nanti akan menganggarkan kembali pengadaan kendaraan roda 2 (dua) yang berfungsi sebagai pengambilan obat yang dibutuhkan masyarakat. Walaupun dengan jumlah anggaran operasional yang sangat terbatas, kami selalu siap memberikan pelayanan yang terutamanya bagi warga miskin,” Katanya.

Dikonfirmasi terpisah, Hal itu juga diungkapkan Sekretaris Desa (Sekdes) Cantuk, Haeroni saat ditemui diruangannya, bahwa pada tahun 2017 ini desanya tidak ikut menganggarkan pengadaan mobil jenis Suzuki APV untuk Unit Reaksi Cepat (URC).

Menurutnya, Desa Cantuk tepatnya pada tahun 2015 lalu melalui Dana Desa (DD) sudah mengawali untuk pengadaan 1 (satu) unit mobil pelayanan antar jemput bagi masyarakat yang sakit dan segala bentuk pelayanan yang berorientasi bagi kepentingan masyarakat jenis Toyota Inova.

“ Mobil inova itu juga kita fungsikan sebagai mobil URC dengan branding yang sama dan menjadi inventaris kantor desa yang selalu siap beroperasional selama 24 jam sebagaimana yang telah diprogramkan dari desa kami,” Terangnya. (Prasetyo).