PELATIHAN Pemberantasan dan Pencegahan Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkotika Jenjang SMP Tingkat Kabupaten Sampang 2017

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WH Sampang : Penyalahgunaan Narkotika dan obat-obatan terlarang (Narkoba) di Indonesia bukan barang baru lagi, karena Peredaran Narkoba di indonesia merupakan pangsa pasar yang cukup menggiurkan kalau di lihat dari letak Geografis, Indonesia merupakan negara persimpangan dari berbagai negara atau seluruh benua.
Madura khususnya Sampang, untuk Peredaran Narkoba sendiri mengalami peningkatan signifikan yaitu hampir mencapai 100% setiap tahunnya, Sampang Selain dijadikan tempat transit juga banyaknya pelabuhan-pelabuhan tikus khususnya yang paling dominan ada di kawasan daerah utara kabupaten Sampang.
Untuk mencegah dan meminimalisasi baik Peredaran maupun Penyalahgunaan narkoba di daerah kabupaten Sampang terutama generasi penerus bangsa atau Tunas Bangsa biasanya masa usia transisi yaitu kalangan remaja, Maka pada hari Senin (20/11/2017) yang bertempat di Aula kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang mengadakan Sosialisasi kepada seluruh siswa SMP Negeri, Swasta, Satu Atap serta Siswa Tsanawiyah dan yang sederajat se kabupaten Sampang, dengan Tema “Pencegahan dan Peredaran Gelap Narkoba di tingkat SMP di seluruh Kabupaten Sampang.
Hadir pula dalam acara tersebut antara lain, Bapak Bupati Sampang (H. Fadhilah Budiono), Kepala Dinas Pendidikan (M. Jupri), Kepala Dinas Bakesbangpol sekaligus ketua Badan Narkotika Kabupaten (H. Rudi Setiady, Se. MM) dan selaku Pembicara adalah Novi Andriyani, SPd, pihak-pihak yang terkait serta tidak ketinggakan pula para Guru SMP yang ada di kabupaten Sampang.
Menurut Bupati Sampang dalam wawancaranya dengan pihak media mengatakan, “Kita sebagai masyarakat yang anti narkoba harus ikut andil mengawasi anak anak Muda kita, khususnya kalangan remaja, Karena kalangan remaja sangat rentan dan begitu sangat mudah terpengaruh terhadap Lingkungan, baik Lingkungan yang bersifat positif maupun negatif, dan apabila karena sudah terlanjur menggunakan narkoba maka sebaiknya tidak usah menjalani hukuman tetapi cukup merehabilitasi remaja tersebut, dan untuk saat ini untuk kalangan SMP alhmdulillah tidak ada yang tersangkut tentang penggunaan atau Penyalahgunaan Narkoba”, ujar H. Fadhilah Budiono.
Sedangkan menurut H. Rudi Setiady, SE.MM yang merupakan kepala Dinas Bakesbangpol dan BNK mengatakan dalam pidatonya, ” Indonesia sendiri mempunyai Program untuk 100 para rehabilitasi dengan biaya anggaran 70-80 Trilyun pertahunnya. Adanya anggaran yang cukup besar untuk narkoba saja beliau menghimbau Kepada seluruh masyarakat Sampang khususnya kalangan remaja yaitu siswa SMP supaya melawan tentang narkoba Adapun dampak narkoba yaitu rusaknya akal/otak serta pencernaan daya tubuh dan terutama Kesehatan, dari hasil survey terakhir di tahun 2016/2017 bahwa di usia 15-19 tahun adalah pengguna tertinggi di Indonesia. Maka dalam kesempatan sosialisasi tersebut, beliau menghimbau Kepada seluruh kalangan siswa SMP dan para Dewan Guru yang ada di kabupaten Sampang untuk jangan sampai menyentuh apalagi menggunakannya, dan apabila salah satu siswa itu sudah terlanjur menggunakannya maka harus cepat melapor kepada dinas Pendidikan atau pihak terkait untuk Menindaklanjuti yaitu rehabilitasi kepada siswa tersebut karena siswa itu masih berada dalam pengawasan atau di bawah umur dan tidak boleh menjalani hukuman”, Kata Rudi Setiady, SE.MM dalam pidatonya.
NARKOBA adalah singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Bahan Adiktif lainnya, adapun Narkotika antara lain yaitu ganja, heroin, Sabu-Sabu, sedangkan Psikotropika adalah obat-obatan berbentuk pil misalnya Double L, ekstasi dsb, dan bahan Adiktif yaitu minuman keras, rokok, kopi dsb. Merupakan obat-obatan terlarang terkecuali yang terakhir masih dalam tahap pengecualian tetapi juga merupakan bahan yang berbahaya, ujar Novita Andriyani, SPd yang juga sebagai penceramah dalam Kegiatan sosialisasi tersebut. Novi menambahkan bahwa saat ini Indonesia merupakan pangsa pasar terbesar di tingkat kawasan ASEAN, Maka dalam kesempatan ini beliau menegaskan secara kepada siswa yang hadir untuk memerangi narkoba, sekaligus memberikan gambaran dari dampak serta pengaruh obat-obatan tersebut, dia menambahkan untuk perlunya kerja sama pihak orang tua/Wali murid dan Guru sekolah dalam pengawasan siswanya dan sering untuk mengadakan kegiatan sosialisasi tentang akan bahayanya Narkoba, Selain itu Novita selaku nara sumber memberikan slogan yel-yel ” Narkoba No….. Prestasi Yes….. Sampang bersih Narkoba….. Sampang Luar Biasa….., yel-yel tersebut kemudian dengan semangat dan secara serentak di ikuti oleh para siswa yang hadir.
Menurut para Guru yang hadir dalam Kegiatan Sosialisasi itu merasa bersyukur serta mendukung agar generasi muda agar tidak terjerumus dalam pergaulan yang negatif, seperti merokok, minum-minuman keras, mengkonsumsi pil, menggunakan narkoba bahkan tentang pergaulan bebas yang marak akhir-akhir ini. Kalau perlu nara sumber juga dari kalangan para ulama, tujuannya agar siswa tahu akan dampaknya penyalahgunaan narkoba serta dalam segi agama berdampak kepada dosa, artinya selain menyentuh ke keduniaan juga ke akhirat, Kata para Guru setelah diwawancarai secara terpisah oleh pihak media. (is-one)