Launching Kampung KB Kabupaten Sampang Th. 2017

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WH Sampang : Pemerintah Kabupaten Daerah Tingkat II Sampang telah melampui target yang dicanangkan oleh Pemerintah Pusat dalam pembentukan kampung Keluarga Berencana (KB), sehingga Pemerintah Propinsi Jawa Timur yang merupakan kepanjangan tangan dari Pusat sangat akan prestasi tersebut.
Kepala perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur (Yen Rizal Makmur) di sela-sela Launching Kampung KB di desa pangongsean – Kecamatan Torjun – Sampang ” Kampung KB salah satu momentum untuk membangun kualitas manusia yang ada di desa, salah satu ciri-ciri desa yang menjadi target Kampung KB ialah di daerah tertinggal, salah satunya Kabupaten Sampang.
Kami sudah melihat kader-kader yang akan kami berdayakan dan dibentuk sebagai kader posyandu, KB, balita, keluarga lansia dan Bina remaja. Apabila kader sudah terbentuk maka di desa itu akan terlahir sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dengan cara memperhatikan gizi” ujar Yen Rizal Makmur dalam pidatonya.
Persiapan dalam berkeluarga sangat perlu akan tetapi apabila hamil dan melahirkan, faktor yang lebih utama diperhatikan adalah gizi harus disiapkan oleh pihak keluarga itu sendiri jangan sampai bayi yang dilahirkan dibiarkan tumbuh tanpa adanya gizi atau kekurangan gizi.
Selanjutnya beliau juga mengatakan, kami sebagai petugas dari BKKBN sudah mempersiapkan gizi yang diperlukan akan tetapi kecerdasan soal otak dibangun pada waktu masa balita, makanya jangan sampai banyak balita setidaknya Cukup dua balita, dalam hal ini diharapkan sektor lain juga harus ikut andil serta membantu kegiatan masyarakat Kampung KB.
Dalam hal ini remaja, baik putra dan putri serta masyarakat harus siap menikah dalam keadaan sehat lahir batin ekonomi Mbak atau norma supaya tidak bergantung bahkan meminta kepada kedua orang tua sehingga menjadi keluarga yang berkualitas.
Selain itu beliau menyampaikan pesan khusus, agar para remaja yang masih dalam masa pra nikah sejak dini harus bebas dari narkoba yaitu Zero narkoba, Zero free sex dan Zero nikah dini. Para remaja putra dan putri khususnya di daerah kabupaten Sampang harus bebas narkoba yaitu penyalah gunaan narkoba, semuanya harus bersih sejak Dini sampai pada akhirnya kalian menikah”, ujar Yen Rizal di sela-sela wawancara dengan pihak media.
Sedangkan menurut Kepala Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKBPPPA) Kabupaten Sampang Bapak Syamsul Hidayat mengatakan, “adapun yang ditargetkan oleh Propinsi Jawa Timur ke Kabupaten Sampang yaitu satu Kecamatan harus terbentuk satu Kampung KB.
Adapun jumlah keseluruhan ada 15 Kampung KB yang sudah terbentuk, sedangkan yang di canangkan sekitar 14, sehingga realisanya sudah melampui batas target, rencana pihak Propinsi dengan beliau di tahun 2018 setiap Kecamatan akan di tambah Kan satu Kampung KB lagi”, ujar Syamsul Hidayat.
Ditemui secara terpisah Bupati Sampang (H. Fadhilah Budiono) mengatakan “bahwa di tahun depan yaitu 2018 pemerintah akan siap mengucurkan dana dari dana desa untuk Kampung Keluarga Berencana.
Kami pemerintah khususnya saya berharap Kampung KB yang telah launching di desa pangongsean ini bisa menjadi contoh atau tolak ukur bagi desa yang lain”, ujar H. Fadhilah Budiono.
Menurut Koordinator Bidan Torjun (Sruning Wahyunaning Tyas) “Dengan adanya Kampung KB yang ada di desa pangongsean ini, saya pribadi dan para Bidan sampang khususnya Bidan yang ada di Torjun sangat bangga dan sekaligus tersanjung atas terpilihnya pangongsean sebagai percontohan kampung KB yang kita bina ini sukses dalam segala hal yakni tentang keluarga sehat, bahkan kami menyediakan On Call 24 jam kepada masyarakat desa, tujuan dengan adanya on call tersebut supaya tidak terjadi diskomunikasi antara petugas Bidan dan kader dengan masyarakat umum”, ujar beliau
[Gambar 36.jpeg]
Dengan adanya kampung KB tersebut masyarakat cukup antusias, khususnya para wanita atau ibu-ibu bisa tahu akan pentingnya ikut program KB seperti alat kontrasepsi juga bisa menjaga anaknya seperti imunisasi dan Kelompok posyandu maupun Kesehatan dan nutrisi gizi baik ibu hamil maupun yang melahirkan, sehingga kedepannya akan terbentuk masyarakat yang cardas dan berkualitas. (is-one)