PENANDA TANGANAN MOU KKP RI DENGAN DPP HNSI DI KOTA TEGAL MENJADI MOMEN BERSEJARAH DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTRAAN TARAF HIDUP NELAYAN INDONESIA.

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

 

TEGAL KOTA-“WH” Senin (13/11/2017).Terkait larangan penggunaan cantrang sesuai yang tercantum dalam Peraturan Menteri Keluatan dan Perikanan No.2 Tahun 2015 diungkapkan Plt. Walikota Tegal saat membuka Pentas Wayang Kulit Ki Enthus Susmono yang dihadiri Menteri KKP dan Dirjen Perikanan Tangkap Sjarief Widjaja dan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia Yusuf Solichien,”Kang nursoleh (sapaan akrab plt wali kota tegal) berharap kedatangan menteri kelautan dan perikanan RI ke kota tegal bisa membuka pintu dialog langsung antara nelayan dan kementrian.

Beliau mengatakan kedatangan ibu Menteri Susi Pujiastuti sangat diharapkan sebagian masyarakat Kota Tegal khususnya para nelayan sudah cukup lama ingin bertemu dengan ibu Menteri terkait dengan penjelasan Peraturan Menteri Nomor 2 Tahun 2015 tentang pelarangan penggunaan alat tangkap trawl dan seine net, yang di dalamnya termasuk juga alat tangkap cantrang.

“Kedatangan ibu menteri ini seperti membuka peluang dibangunnya dialog dengan para nelayan, mengingat secara data produksi perikanan tangkap Kota Tegal saat ini masih menempati ranking tertinggi se-Jawa Tengah yakni mencapai 25 juta ton, dengan nilai produksi mencapai 273 miliar”,ujarnya.

Sementara itu Ibu Susi Pujiastuti “Menteri Kelautan dan Perikanan RI. mengatakan bahwa dirinya masih prihatin dengan nelayan pantura (pantai utara) termasuk Kota Tegal yang sampai sekarang meributkan soal larangan cantrang. Padahal menurutnya laut Indonesia sekarang ini sudah mulai pulih, bahkan di beberapa daerah nelayan bahkan mampu mendapatkan berton ton ikan dalam sekali tarik karena sudah tidak ada lagi illegal fishing serta mulai beralihnya nelayan memakai alat tangkap yang ramah lingkungan.

“Saya hanya melarang untuk  alat tangkap yang tidak sesuai aturan saja, supaya para nelayan tidak hanya dapat ikan yang murah saja, karena daerah lain sudah banyak nelayan yang mendapatkan ikan yang harganya lebih mahal.

“Tangkaplah yang besar yang untungnya besar”, jangan tangkap yang kecil yang harganya murah”, tegasnya.  “Ini bukan pelarangan namun Pengaturan” ini semua untuk kesejahteraan semua nelayan”

“Sekarang saat nya beralih, demi kesejahteraan tolong berfikir panjang jangan mudah terprovokasi, saya mohon kesadaran bapak ibu nelayan sendiri” ungkap Ibu Menteri dalam pidatonya di hadapan ratusan nelayan yg hadir di situ.

Selain itu juga Ibu Menteri meminta Tempat Pelelangan Ikan (TPI) agar seharusnya “hidup” seperti dahulu,
Beliau meminta agar semua kapal harus menjual ikan di TPI. Selain untuk kemenangan nelayan harga ikan juga tidak akan jatuh karena ikan harus lelang dan KUD juga dapat berperan serta menyimbangkan harga.

Terkait ilegal fishing yang di lakukan oleh kapal kapal asing yang sempat merajalela hingga stok ikan Indonesia mengalami penurunan yang sangat drastis, Ibu Susi meminta agar nelayan melaporkan jika masih melihat kapal asing yang menangkap ikan di laut Indonesia. “Asing boleh bangun pabrik untuk proses, tapi menangkap dan menjual ikan  hanya boleh untuk orang Indonesia”,tegasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Yusuf Solichien selesai melakukan penandatangan Mou antara HNSI dan Kementerian Keluatan dan Perikanan, mengatakan Mou antara HNSI dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) merupakan momen bersejarah dalam perjuangan meningkatkan taraf hidup kaum nelayan di Indonesia.

Beliau mengatakan nelayan saat ini juga tidak boleh egois hanya memikirkan untuk saat ini namun juga untuk generasi penerus bangsa kedepan. “Kelestarian ikan bukan hanya untuk kita saat ini, namun juga untuki masa depan anak-cucu kita”,ucapnya .

karena itu, dirinya berharap kerjasama tidak hanya diatas kertas namun turun ke lapangan untuk cari solusi terbaik. “Asal kan kebijakan Pemerintah berpihak pada nelayan dirinya berkomitmen akan tetap dukung, terlebih lagi Ini adalah momen yang baik untuk bangun industri perikanan ke depan imbuhnya.”fier”