Puluhan Perusahaan Masih Membuang Limbah Sembarangan Di Perairan Laut

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WH BANYUWANGI : Kini, kondisi keberadaan disepanjang perairan laut selat Bali tepatnya berada di pesisir wilayah Kabupaten Banyuwangi bisa dikatakan mempunyai aset dan potensi yang sangat luar biasa. Namun, hal ini akan semakin berdampak negatif bagi kehidupan ekosistem perairan laut apabila sejumlah perusahaan yang berdekatan dengan lokasi pantai masih membuang limbah pabriknya sembarangan setiap harinya ke laut tanpa ada pengawasan ketat oleh instansi yang berwenang dalam hal ini Lingkungan hidup.

Hasil pantauan Wartawan WH saat melakukan penyisiran disepanjang pantai Kecamatan Wongsorejo hingga pelabuhan Muncar, realita yang ada hingga saat ini bahwa sejumlah perusahaan yang berskala ekspor dan lokal masih tetap saja melakukan aktivitas membuang limbahnya langsung ke perairan pantai. Sehingga, terindikasi ada pembiaran dan diduga beberapa perusahaan tersebut belum memenuhi standar pengolahan ipal dalam pengelolaan limbah.

Pengakuan dari sejumlah nelayan ketika dikonfirmasi mengatakan, mengenai dari hasil tangkapan ikan yang diperolehnya sangat jauh menurun bila dibandingkan dengan tahun – tahun sebelumnya.

“ Pendapatan kami sudah banyak menurun. Dulu, perairan laut disepanjang pantai ketapang hingga wongsorejo sangat kaya akan hasil perikanannya. Rusaknya ekosistem alam ini dulunya akibat dari ulah manusia yang secara besar – besaran mengambil terumbu karang dan ikan dengan cara melakukan bom ikan ataupun dengan menggunakan bahan kimia. Tak hanya itu, adanya pembangunan pabrik yang berada disejumlah perairan pantai rata – rata mereka masih melakukan aktifitas pembuangan limbahnya sembarangan,” Ungkap Nelayan Wongsorejo yang enggan disebutkan identitasnya.

Menurutnya, dengan perkembangan yang semakin mengalami penurunan hasil tangkapan ikan seharusnya instansi terkait yang mempunyai kewenangan perlu melakukan evaluasi dan mencarikan solusi terbaik guna mengembalikan potensi yang ada diperairan pantai.

“ Jika pabrik membuang limbah ke perairan laut dan dibiarkan secara terus menerus sudah dapat dipastikan akan merusak. Walaupun ada konserfasi penanaman terumbu kemungkinannya sangat tipis untuk bisa kembali stabil. Karena, pencemaran lingkungan yang diakibatkan limbah pabrik dibuang ke laut volumenya semakin besar,”Keluhnya.

Begitupula, disampaikan petani terumbu karang yang sudah berusaha melakukan upaya budidaya penanaman kembali dengan menanam ratusan bibit terumbu berbagai jenis. Namun, kenyataannya tingkat kematian terumbu karang yang ditanam lebih dari separoh mengalami kerusakan.

“ Bila penanaman terumbu karang terus mengalami kerusakan maka biaya untuk melakukan pembibitan lagi bagi para petani akan mengalami paceklik dan tidak bisa maksimal dalam mengoptimalkan pelestarian alam,”Katanya.

Terpisah, menurut keterangan Kepala Pengawas Satuan Kerja (Satker) Kementrian Kelautan di Banyuwangi, Gede mengakui ada sejumlah pabrik masih membuang limbahnya ke perairan pantai. Akan tetapi, pihaknya akan melakukan tindakan bila ada laporan. Karena, yang menjadi kewenangan terkait limbah berdampak kesemuanya itu dari Badan lingkungan Hidup.

“ Kita sudah melakukan pendataan secara acak,  khusus yang ada di Muncar rata – rata perusahaan sudah memiliki ipal. Kita tidak hanya mengawasi itu saja dan kita juga mengawasi kapal yang ada di perairan laut. Untuk limbah – limbah menjadi kewenagan LH,” Terangnya.( Prasetyo)