Pesona Jilatan Api Biru Kawah Ijen Yang Mendunia

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WH BANYUWANGI: Pesona alam yang terdapat di Kawah Ijen tepatnya yang terdapat di wilayah ujung timur “Kabupaten Banyuwangi“ Jawa Timur, Indonesia memang sangat luar biasa keindahannya. Selain mempunyai danau kawah terbesar di dunia, Gunung Ijen ini adalah merupakan sebuah Gunung Berapi aktif yang mempunyai ketinggian 2.443 mdpl (Meter Diatas Permukaan Laut) dan telah meletus 4 kali pada tahun 1796, 1817, 1913 dan 1936 serta juga mempunyai fenomena alam yang unik, yakni kawah biru atau lebih dikenal dengan sebutan “Blue Fire”.

Kawah Ijen bisa dikatakan satu-satunya kawah di Indonesia yang memiliki fenomena alam unik. Di dunia, hanya ada dua tempat yang memiliki Blue Fire. Selain Indonesia,
fenomena si api biru juga terdapat di Negara Islandia. Tak heran jika banyak para Wisatawan Mancanegara “Wisman” dari berbagai negara seperti Eropa rela untuk datang jauh-jauh sekedar untuk melihat penampakan si Api Biru di kawah Ijen.

Untuk menuju ke Kawah Ijen bisa diakses dari dua arah yaitu, dari arah utara dan arah selatan. Dari utara, bisa di tempuh melalui Situbondo menuju Sempol (Bondowoso) lewat Wonosari dan dilanjutkan ke Paltuding dengan waktu tempuh sekitar 2,5 jam. Sedangkan dari arah selatan, bisa melalui Kabupaten Banyuwangi menuju Licin yang berjarak 15 Km. Dari Kecamatan Licin menuju Paltuding berjarak kuranglebih 18 Km dan diteruskan menggunakan Jeep atau mobil berat lainnya sekitar 6 Km sebelum ke Paltuding. Hal tersebut dikarenakan kondisi medan jalan yang berkelok dan menanjak.

Untuk melihat momen yang pas menyaksikan “Jilatan si api biru” disaat musim kemarau. Biasanya sekitar bulan Mei sampai dengan bulan Oktober. Karena jika pada musim penghujan kondisinya sangat berbahaya untuk pendakian di Gunung Ijen. Keberadaan si api biru hanya dapat dilihat pada dini hari, yaitu pada pukul 01.00-03.00
Wib dini hari, sebelum matahari terbit. Jadi, ada baiknya jika melakukan pendakian, setidaknya mulai pukul 01.00 dari pos Paltuding. Butuh pendakian kurang lebih 1,5
hingga 2 jam perjalanan dan sejauh 3 km untuk mencapai puncak kawah ijen. Meskipun melalui perjalanan yang cukup berat, namun rasa lelah akan terbayar puas dengan
menyaksikan keajaiban alam yang sangat luar biasa ini. Api berwarna biru tersebut adalah api yang tercipta dari semburat belerang cair dari dalam kawah Ijen. Panasnya
kawah yang berpadu dengan belerang menciptakan efek api berwarna biru di permukaan.

Danau Kawah Ijen merupakan Reaktor Multi Komponen yang didalamnya terjadi proses baik fisika maupun kimia. Seperti diantaranya terjadi proses pelepasan gas magmatic, pelarutan batuan, pengendapan, pembentukan material baru, dan pelarutan kembali zat-zat yang terbentuk sehingga menghasilkan air danau yang sangat asam dan mengandung bahan terlarut dengan konsentrasi yang sangat tinggi. Selain itu, fenomena lainnya yang dihasilkan di Kawah Ijen tentunya adalah Belerang. Belerang dihasilkan dari suplimasi gas-gas Belerang yang terdapat dalam asap zolfatara yang bersuhu sekitar 200 derajat celcius, dengan kapasitas Belerang 8 ton perhari.

Di Kawah Ijen anda dapat menemui para penambang sulfur yang setiap harinya mengumpulkan dan mencetak Belerang yang ternyata memiliki keampuhan untuk
mengobati penyakit kulit. Anda juga bisa membeli oleh-oleh cindramata yang dibuat oleh sejumlah para penambang dengan harga yang sangat murah. Bila melihat dari
resiko pengambilan belerang yang sangat berbahaya bagi kesehatan hal itu tidak sebanding dengan harga yang ditawarkan. Cindramata ini terbuat dari belerang yang di
bentuk oleh penambang dengan berbagai bentuk. Tak hanya itu, siapapun yang adatang kesana juga bisa menikmati pemandangan alam lain di Kawah Ijen. Fenomena indah yang ada di Kawah Ijen yang mengalahkan matahari terbit dan terbenam adalah kawah biru atau yang sudah umum disebut Blue Fire.(Prasetyo)